play song

Get Free Music at www.divine-music.info
Get Free Music at www.divine-music.info

Free Music at divine-music.info

Selasa, 01 Maret 2016

makalah Teori Birokrasi mewujudkan birokrasi yang ideal

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  LATAR BELAKANG
Birokrasi adalah sebuah alat pemerintahan yang membantu pemerintah untuk melayani kebutuhan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan administrasi-administrasi yang berhubungan dengan negaranya. Untuk kenyamanan administrasi maka terbentuklah sistem birokrasi dan di jalankan oleh birokrat, namun kenyataannya sangat berbeda dengan apa yang di harapkan. Birokrasi yang seharusnya sangat membantu negara dan masyarakat dalam bidang pelayanan dan administrasi justru malah mempersulit masyarakat untuk memenuhi kebutuhannya, contohnya saja dalam pembuatan KTP, Akte Kelahiran, Akte Tanah, dan lain sebagainya. Masyarakat sangat susah mendapatkannya, di karenakan pelayanan yang kurang baik, yang bertele-tele. Para birokrat terlalu banyak menunda-nunda pekerjaan dan justru malah malas-malasan untuk melayani masyarakat. Terkadang para birokrat ini melilih-milih siapa yang akan di layaninya. Timbullah kesenjangan antar masyarakat, jika masyarakat itu pejabat malah pelayannya sangat bagus dan memuaskan, tapi begitupun sebaliknya jika masyarakat menengan ke bawah mereka mendapatkan pelayanan yang sangat buruk.
Birokrasi di Indonesia terlihat dan di pandang sangat buruk oleh masyarakat luas. Sebenernya tidak tahu apa yang salah Birokrasi di Indonesia ini, apa para birokratnya ataukah peraturan yang mengartur para birokrat sehingga dapat menjalankan sistem birokrasi dengan buruk. Meskipun menurut Sondang P. Siagan tidak ada Birokrasi yang seluruhnya sehat, selalu ada penyakit yang terjadi di Birokrasi, tapi setidaknya Penyakit Birokrasi yang terjadi di Indonesia harus dikurangi atau diminimalis. Ada beberapa cara dan pengertian untuk mewujudkan birokrasi yang ideal yang dapat Indonesia contoh dan terapkan, salah satunya melalui teori yang dikemukakan Max Weber.

1.2  RUMUSAN MASALAH
Ada beberapa rumusan masalah untuk membantu menyelesaikan atau mengatasi keterpurukan birokrasi di Indonesia, supaya lebih paham dalam menjalankan sistem Birokrasi di Indonesia.
A.    Apa Pengertian dan Ciri-ciri Birokrasi?
B.     Apa Peran dan Fungsi Birokrasi?
C.     Bagaimana Birokrasi yang Efektif dan Efisien?
D.    Apa faktor-faktor yang mempengaruhi Efektif dan Efisien Birokrasi?


1.3  TUJUAN
Tujuan dari rumusan masalah yang dimaksud dan dihadapi untuk membangun dan memperbaiki sistem birokrasi yang ada di Indonesia adalah sebagai berikut :
1.      Untuk mengetahui Pengertian dan Ciri-ciri Birokrasi
2.      Untuk mengetahui Peran dan Fungsi Birokrasi
3.      Untuk mengetahui Birokrasi yang Efektif dan Efisien
4.      Untuk mengetahui Faktor-faktor yang mempengaruhi Efektif dan Efisien Birokrasi

BAB II
PEMBAHASAN
A.    PENGERTIAN BIROKRASI
Secara Etimologi Birokrasi yang dalam bahasa inggris disebut bureaucracy berasal dari dua kata yaitu “bureau” yang artinya meja dan “ cratein” berarti kekuasaan ,jadi maksudnya kekuasaan yang berada pada orang-orang yang dibelakang meja. Sedang kan menurut kamus besar bahasa Indonesia  kata “birokrasi “ artinya sistem pemerintahan yang di jalankan oleh pegawai pemerintah karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan , cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban serta menurut tata aturan yang banyak liku – likunya.
Definisi Birokrasi Menurut Para Ahli
1.      Max Weber
Menurut Max Weber, Pengertian Birokrasi adalah suatu bentuk organisasi yang penerapannya berhubungan dengan tujuan yang hendak dicapai. Birokrasi ini dimaksudkan sebagai suatu sistem otorita yang ditetapkan secara rasional oleh berbagai macam peraturan. Birokrasi ini dimaksudkan untuk mengorganisasi secara teratur suatu pekerjaan yang harus dilakukan oleh orang banyak.
2.       Fritz Morstein Marx
Menurut Fritz Morstein Marx, Pengertian Birokrasi adalah suatu tipe organisasi yang dipergunakan pemerintah modern untuk melaksanakan tugas-tugasnya yang bersifat spesialis, dilaksanakan dalam sistem administrasi dan khususnya oleh aparatur pemerintah.
CIRI-CIRI BIROKRASI MENURUT MAX WEBER :
1.      Jabatan administratif yang terorganisasi/tersusun secara hirarkis.
2.      Setiap jabatan mempunyai wilayah kompetensinya sendiri
3.      Pegawai negeri ditentukan, tidak dipilih, berdasarkan pada kualifikasi teknik yang ditunjukan dengan ijazah atau ujian.
4.      Pegawai negeri menerima gaji tetap sesuai dengan pangkat atau kedudukannya
5.      Pekerjaan merupakan karir yang terbatas, atau pada pokoknya, pekerjaannya sebagai pegawai negeri.
6.      Para pejabat tidak memiliki kantor sendiri.
7.      Para pejabat sebagai subjek untuk mengontrol dan mendisiplinkan.
8.      Promosi didasarkan pada pertimbangan kemampuan yang melebihi rata-rata.
B.     PERAN DAN FUNGSI BIROKRASI
Birokrasi merupakan mesin negara yang sangat penting. Tanpa birokrasi negara tidak mungkin ada. Birokrasi adalah sistem pemerintahan yang mempunyai kewajiban melaksanakan tugas pemerintah, memberikan nasehat dan melaksanakan keputusan kebijakan. Peran birokrasi ibarat sebuah kaca bagi negara artinya jika birokrasi baik maka negara dan masyarakatnya pun akan baik dan jika birokrasi tidak baik maka negara dan masyarakatnya pun juga tidak baik.
Birokrasi mempunyai fungsi dan peran yaitu:
1.      Melaksanakan pelayanan publik.
2.      Pelaksana pembangunan yang professional.
3.      Perencana, pelaksana, dan pengawas kebijakan.
4.      Alat pemerintah untuk melayani kepentingan masyarakat dan bukan merupakan bagian dari kekuatan politik (netral).
Selain memiliki fungsi dan peran, birokrasi mempunyai tujuan, yaitu:
1.      Sejalan dengan tujuan pemerintahan.
2.      Melaksanakan kegiatan dan program demi tercapainya visi dan misi pemerintah dan negara.
3.      Melayani masyarakat dan melaksanakan pembangunan dengan netral dan professional.
4.      Menjalankan manajemen pemerintahan, mulai dari perencanaan, pengawasan, evaluasi, koordinasi, sinkronisasi, represif, prefentif, antisipatif, resolusi, dll.
Birokrasi sering sekali dipandang negatif karena kinerja mereka cenderung menyusahkan masyarakat. Tidak hanya itu, birokrasi juga dinilai masyarakat sebagai organisasi yang boros, tidak efisien dan tidak efektif. Masyarakat berpendapat bahwa birokrasi adalah alat penindas masyarakat miskin dan hanya membela kepentingan orang kaya. Namun demikian, birokrasi tetap dibutuhkan masyarakat sebagai penghubung antara negara dan masyarakat. Birokrasi mempunyai kewajiban melayani masyarakat dan menjadikan masyarakat sebagai prioritas utama.
C.     BIROKRASI YANG EFEKTIF DAN EFISIEN
            Birokrasi yang efektif dan efisien merupakan dambaan bagi setiap lapisan masyarakat karena dengan itu masyarakat dapat dengan nyaman melakukan proses mengurus sesuatu sehingga tepat sasaran dengan apa yang di butuhkan dengan cepat, nyaman dan tepat. Namun hal yang terjadi adalah sebaliknya, seringkali pada saat kita membutuhkan jasa birokrasi dan jasa layanan yang cepat yang kita dapatkan sebaliknya lamban dan berbelit-belit.
Penerapan birokasi saat ini baik di tingkat pusat maupun daerah harus berpegang teguh dengan prinsip efisiensi, dan efektivitas. Penerapan prinsip ini dilakukan karena permasalahan penyelenggaraan pelayanan publik di Indonesia masih memiliki beberapa kelemahan seperti petugas pelayanan kurang responsif, kurang informatif kepada masyarakat, kurang accessible, kurang koordinasi, terlalu birokratis, kurang mau mendengar keluhan / saran / aspirasi masyarakat dan inefisien. Efektivitas dan efisiensi secara bersama-sama sangat perlu diterapkan dalam penerapan birokasi, karena suatu yang efektif belum tentu efisien, demikian juga sebaliknya suatu yang efisien belum tentu efektif.
Efektivitas (tepat sasaran) adalah taraf tercapainya suatu tujuan tertentu, baik ditinjau dari segi hasil, maupun segi usaha yang diukur dengan mutu, jumlah serta ketepatan waktu sesuai dengan prosedur dan ukuran–ukuran tertentu yang telah digariskan. Efektivitas yaitu para birokrat dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada publik harus baik yaitu memenuhi target atau tujuan yang telah ditentukan sebelumnya tercapai.
Efisiensi menunjukkan bagaimana mencapainya, yakni dibanding dengan usaha, biaya atau pengorbanan yang harus dikeluarkan. Adanya efisiensi diharapkan para birokrat dalam melaksanakan tugas-tugas pelayanan kepada masyarakat tidak boros. Dalam artian bahwa para birokrat secara berhati-hati agar memberikan hasil yang sebesar-besarnya kepada publik. Dengan demikian nilai efisiensi lebih mengarah pada penggunaan sumber daya yang dimiliki secara cepat dan tepat, tidak boros dan dapat dipertanggung jawabkan kepada publik.
Birokrasi dapat dikatakan efektif dan efisien apabila :
1.      Terwujudnya organisasi pemerintahan yang ramping struktur, efektif, efisien, rasional, proporsional, transparan dan menganut asas desentralisasi pengambilan keputusan
2.      Terwujudnya aparatur pemerintah yang berkualitas. Meliputi aspek pengetahuan, ketrampilan, sikap mental, cara berpikir, moral dan akhlak.
3.      Meningkatnya kualitas pelayanan publik. Disiniliah parameter objektif dari sejauh mana aparatur mampu melayani masyarakatnya dengan baik.
4.      Mencegah dan memberantas KKN melalui transparansi pengambilan keputusan, pengawasan yang intensif, dan penerapan sanksi yang konsisten. Dan yang terpenting adalah adanya suatu keteladanan dari atasan kepada bawahan.
5.      Terwujudnya netralitas birokrasi dalam konteks politik. Untuk menjamin ketidak berpihakan kekuataan birokrasi ke salah satu calon saja pada Pilkada atau Pemilu.


D.    FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI EFEKTIVITAS DAN EFISIENSI
Birokrasi dikatakan efektif dan efisien apabila dalam realita pelaksanaannya birokrasi dapat berfungsi melayani sesuai dengan kebutuhan masyarakat artinya tidak ada hambatan yang terjadi dalam pelayanan tersebut, cepat dan tepat dalam memberikan pelayanan. Agar birokrasi dapat berjalan efektif dan efisien perlu memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhinya seperti dikemukakan Gie. Gie (1991) mengatakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi dan efektivitas kerja adalah :
1.      motivasi kerja,
2.      kemampuan kerja,
3.      suasana kerja,
4.       lingkungan kerja,
5.      perlengkapan dan fasilitas dan
6.      prosedur kerja.
 Mengacu pada faktor-faktor yang dikemukakan oleh Gie tersebut di atas, maka ada sumber daya manusia dan lingkungan kerja yang benar-benar dapat mempengaruhi efektivitas dan efisiensi penyedia pelayanan publik di Indonesia.
Sumber daya manusia ini mempengaruhi peningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam birokrasi, artinya suatu efektivitas dan efisiensi dapat tercapai ketika sumber daya manusia itu memiliki keinginan kuat untuk mencapainya. Dengan kata lain, memiliki motivasi yang kuat. Motivasi adalah suatu proses menstimulasi manusia untuk melakukan kegiatan dalam upaya mencapai sasaran atau sasaran-sasaran yang diinginkan secara efektif dan efisien. Dengan demikian motivasi diperlukan agar pegawai dapat melakukan pekerjaan dengan penuh semangat dan tanggung jawab.
Lingkungan meliputi lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Lingkungan internal dan eksternal merupakan faktor-faktor yang membentuk, memperkuat atau memperlemah efektivitas pertanggungjawaban instansi atas wewenang dan tanggung jawab yang dilimpahkan kepadanya.  Lingkungan internal disini termasuk budaya organisasi, perlengkapan dan fasilitas, serta prosedur kerja. Budaya organisasi adalah seluruh pola perilaku anggota organisasi dan menjadi pegangan bagi setiap individu dalam berinteraksi. Perlengkapan dan fasilitas yaitu peralatan yang dimiliki organisasi untuk dijalankan oleh individu dalam organisasi. Lingkungan eksternal adalah kekuatan yang timbul dari luar batas organisasi yang mempengaruhi keputusan serta tindakan di dalam organisasi seperti masyarakat dan peraturan pemerintah.
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
            Birokrasi merupakan jantung negara dan pemerintahan suatu negara. Apabila birokrasi tersebut dalam pelaksanaannya bagus dan baik maka akan baik pula sistem pemerintahan di negara tersebut, dan begitupun sebaliknya apabila birokrasi di suatu negara di jalankan dengan buruk maka terjadi kehancuran sistem birokrasi dan sistem pemerintahan dan dapat pula menyebabkan kehancuran negara tersebut, karena sudah tidak ada lagi kepercayaan masyarakat yang seharusnya di layani dengan baik malah di perlakukan dengan buruk. Terjadinya krisis kepercayaan masyarakat akan pemerintah akan sangat merugikan bagi pemerintah, karena kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah akan di abaikan oleh masyarakat. Peraturan yang telah di buat atau apapaun yang akan dilaksanakan oleh pemerintah tidak akan di dukung oleh masyarakat karena adanya krisis kepercayaan akibat dari buruknya birokrasi yang dijalankan.
3.2 SARAN
            Birokrasi sangat di butuhkan oleh masyarakat, maka dari itu haruslah birokrasi menguntungkan dan menyenangkan masyarakat. Dalam era ini birokrasi di tuntut untuk dapat berperilaku sesuai dengan ketentuan, profesionalitas, efektif dan efisiennya birokrasi sangat di harapkan untuk kedepannya. Maka dari itu pemerintah maupun non-pemerintah segera menertibkan dan menegakkan sistem birokrasi yang baik dan benar. Mengawasi jalannya birokrasi khususnya di kalangan pemerintahan. Penerapan sistem birokrasi yang efektif, efisien dan tidak berbelit-belit maupun bertele-tele sangatlah di butuhkan oleh masyarakat dalam memenuhi kebutuhan administrasi maupun pelayanan sehari-hari.








DAFTAR PUSTAKA